Unggul di Survei Litbang Kompas, Gibran: Patokan Kita Survei yang Terjelek

Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming mcchildrensclinic Raka meminta para relawan tak terlena dengan hasil survei yang menempatkan namanya dan Prabowo Subianto di posisi teratas. Teranyar, sigi Litbang Kompas menyebut Prabowo-Gibran unggul dengan elektabilitas 39,3 persen.

Kendati hasil survei bagus, Gibran meminta para relawan tetap kerja keras sampai hari pemilihan pada 14 Februari 2023. Dia mengimbau agar jangan berandai-andai dari hasil survei. “Kita patokannya survei yang hasilnya jelek,” ucapnya dalam temu relawan di kawasan Blok M, Jakarta, Senin, 11 Desember 2023.

Tak hanya itu, Gibran mengimbau intensitas blusukan pihaknya jangan sampai berkurang. “Survei yang bagus itu malah bikin kita kadang-kadang terlena udah merasa menang lalu kita santai-santai,” ujar Wali Kota Solo itu.

Dia mengatakan pihaknya tetap menginginkan hasil terbaik. Dengan begitu, dia tak mau mengendurkan semangat para relawan yang ada di bawah dengan hasil survei. Dia mengatakan akan terus berjuang sampai hari pemilihan.

Kepada pihak-pihak yang dianggap mengirimkan serangan, Gibran meminta para relawan untuk tidak menyerang balik atau memberika klarifikasi. “Kita fokus pemenangan saja,” ujarnya. Visi misi itu, kata dia, akan disampaikan secara bertahap kepada masyarakat.

Sebelumnya, hasil survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud. Pasangan yang diusung oleh koalisi PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura dan Partai Perindo itu kini disebut hanya memiliki elektabilitas sebesar 15,3 persen.

Sementara pasangan Prabowo-Gibran berada di puncak dengan 39,3 persen dan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berada di posisi kedua dengan 16,7 persen. Akan tetapi jumlah pemilih yang masih belum menentukan pilihan atau pun tidak menjawab pun cukup tinggi, masih mencapai 28,7 persen.

Survei tersebut dilakukan dengan wawancara secara tatap muka pada 29 November-4 Desember 2023. Kompas memilih 1.364 responden dengan menggunakan metode acak bertingkat di 38 provinsi Indonesia. Mereka menyatakan tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dan margin of error sebesar plus minus 2,65 persen.

Dalam ulasannya, Litbang Kompas menyebutkan penurunan rajazeus elektabilitas Ganjar-Mahfud itu karena adanya perpindahan dukungan yang terjadi pada basis pemilih PDIP dan Jokowi. Mereka menyatakan hanya 40,7 persen pemilih PDIP dan Jokowi yang kini memilih Ganjar Pranowo. Sebaliknya, pemilih PDIP yang memberikan suaranya kepada Prabowo Subianto cenderung meningkat, dari 22,1 persen menjadi 35,1 persen.

Leave a Reply